Tampilkan postingan dengan label proyek halaman belakang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label proyek halaman belakang. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2013

Si Chebo

si Chebo.  Ayam Kate Lokal
Namanya si Chebo. Begitu saya menamainya. ayam kate lokal ini hanya memiliki berat lebihkurang 600gram saja. jengger kecil dan keple spt baret. berjambang dan berjenggot. gelambir kecil.

Ayam yang satu ini sangat lincah, dengan kokokan melengking. sedikit jambul yang dimilikinya membuat unik ayam ini.

awalnya saya gak begitu memperhatikan ayam ini. beberapa ayam kate yang saya punya berperawakan lebih besar, maka saya namakan saja ia Si Chebo.

dari sekian anakan, tersisa hanya 3ekor, 2 betina dan 1 jantan. setelah besar dan siap diternak kembali, 1 betina mati di makan musang. sepasang ayam kate lokal ini saya buatkan kandang khusus. sempat bertelur dan ngeram, akhirnya si Chebo mati akibat ganasnya pancaroba. menyusul anak-anaknya yang baru seminggu menetas. kini ayam ini hanya tinggal betina saja.

Sabtu, 23 November 2013

Utak Atik Jengger Ayam

Selalu asyik melakukan percobaan, pembuktian teori-teori yang didapat di banyak website dan forum - forum diskusi baik dalam negeri sendiri maupun forum diskusi milik orang Luar negeri.

Pada akhirnya saya nyoba juga, dari pacek ayam kate yang berjengger mawar/mahkota, kemudian saya silangkan dengan babon ayam kampung berjengger sumpel.

hasilnya terlihat seperti di foto. katanya itu adalah jengger Batu, ada juga yang bilang strawberry. apalah namanya itu, buat saya uji coba selalu menyenangkan. ayam ini akan saya siapkan untuk masuk ke program berikutnya. untuk membuat ayam kate petarung ( bantam game).

Black Kate


 BLACK KATE. Ayam kate hitam ini satu-satunya ayam kate kesayangan hasil silangan dari indukan yang memiliki ukuran badan seperti langit dan bumi.

Kenapa saya katakan seperti langit dan bumi, karena ukuran dari pacek yang memiliki berat hampir 5kg dan babon yang hanya 6oo gram.

tapi sayangnya anakannya hanya satu ini saja yang menetas dan selamat sampai pada masa kawin. sialnya, musim pancaroba membawa nasib lain. ayam ini tak selamat.
begitu pun dengan paceknya. musim pancaroba 6 bulan lalu memang membawa ketegangan yang cukup hebat. setiap hari menjadi kepikiran terus tentang kematian ayam - ayam kesayangan. hingga akhirnya hanya menyisakan 7 ekor ayam di halaman belakang.
    
kate jambul (babon Black Kate)
Black Borneo pacek Black Kate



Kesengsem Sama Ayam Kecil Mungil

hasil pertama kali penyilangan 3 way cross
Beberapa tahun lalu. Akhirnya, saya punya ayam kate. Tapi melihat tampilan ekor yang tegak menantang langit saya jadi Ill Feel. Entah kenapa saya gak terlalu suka dengan tampilan ayam yang ekornya "ngaceng". Saat itu, kawan - kawan saya sedang gandrung dengan sayam serama. Sebenarnya saya juga sempat jatuh hati, karena kemungilannya itu. Tapi, sekali lagi ekornya!

Bermodal beli pulsa 10ribu, akhirnya saya browsing seadanya dengan HP Nokia X-2. dengan kata kunci " Bantam Chicken". Wal hasil dengan sedikit imajinasi saya menyiapkan beberapa ayam untuk di permak. 3tahun proses, dan sambil terus browsing juga mencari inspirasi tentang ayam kate di berbagai belahan dunia. hsailnya adalah ayam kate kesayangan saya lahir dengan sukses.

anakan F1 inline


Dan saya sampai saat ini masih terus proses coba, coba dan mencoba lagi. Entah sampai kapankah? hehehe....

Pada akhirnya banyak percobaan yang saya lakukan, tak sedikit yang gagal pada tujuan awal atau target yang di inginkan.  Banyak kawan - kawan yang menyemangati, tak sedikit pula yang menertawai. yah sudahlah itu bagian dari resiko punya ide gila. hehehe..
yang penting saya puas dengan percobaan - percobaan yang saya lakukan. Malam browsing tentang teori penyilangan, siang saya siap - siap berburu bahan kalau sekiranya di kandang sudah ada, maka penyilangan bisa langsung dilakuakan.

 
percobaan lainnya, masih berbahan ayam kate  





hasil silangan kate dan ayam ketawa (gagal total) hehe..
Seleksi anakan hasil silangan ternyata sangat penting dilakukan untuk menuju target awal yang telah ditentukan, tapi kadang ada saja anakan yang menggoda untuk di kembangkan. Oh iya, karena penyilangan yang saya lakukan berbahan dasar ayam kate, maka sudah bisa ditebak tujuan saya adalah bikin ayam hias. hehehe

gaya banget ya udah kayak profesor ahli genetika aja. Tapi, kata kawan facebook saya yang tinggal di Semarang, pak Dosen Suko Rahadi, menyilang ayam gak perlu gelar akademik. yang penting niat, mau belajar dan yang terpenting praktek. selama tidak bikin streessss.. ya asyikin aja bro!.. hehehe...

ah paling tidak dengan melakukan hal - hal yang demikian ini saya secara pribadi punya hiburan sendiri. di halaman belakang rumah saya, saya jadi punya laboratorium. dan yang pasti saya punya pabrik pupuk dan pabrik gizi sendiri. minimal tiap pagi anak saya yang hobby makan telur akan saya rebuskan telur barang sebiji dua butir telur ayam.

kotoran ayam, akan masuk ke pot-pot bonsai dan bunga dan beberapa polybag cabe dan tomat. asyik kan? ya.. asyik dong paling tidak bisa ngirit beberapa rupiah uang belanja.
ada yang mau menikuti? iseng iseng yang bermanfaat ini? monggo silahkan. :D

Kamis, 21 November 2013

Jatuh Hati Dengan Si Hutan Merah

pasangan hibrid
Berawal dari iseng browsing tentang ayam, mulai dari ayam laga, pedaging dan hias akhirnya saya ketemu dgn ayam Hutan Merah. awalnya biasa saja...

Setelah meninggalnya ibu saya, saya yang tinggal di kampung halaman akirnya di beri mandat oleh saudara untuk berdiam dirumah saja. dari pada harus ngontrak dan mandatnya adalah menemani abah yang sudah sendirian. kakak tertua sdh berkeluarga dan punya rimah sendiri, demikian kakak yang ke 2, tinggal di Batam. sedang adik saya tak mungkin meninggalkan pekerjaannya di Samarinda. setelah saya pindah ke rumah orang tua, ada 3 ekor ayam kampung piaraan ibu saya, tanpa kandang dan liar minta ampun. tidurnya di pohon dan bertelur dan mengeram di sebuah kandang kecil reot yang saya tahu umurnya sudah puluhan tahun. awalnya saya cuek saja, suatu waktu si ayam datang dengan membawa anakan 7 ekor. lalu ada ketertarikan untuk memberinya makan.

ayam kate hibrid
Iseng Miara Ayam Kate

suatu hari, teman saya yang beternak ayam bangkok menelpon saya. "Li, ambil nih ayam kate... ayam Bankokku leres gara2 inya! begitu suaranya. ( leres = hilang nyali. Inya = dia ).
akhirnya aku berangkat ke rumah kawanku itu. dan pulang membawa 2 ekor betina dan 1 jantan ayam kate. Dari sini kemudian saya banyak memelihara ayam, mulai dari ayam ketawa, kate, pilipin, kampung dan bangkok. semua ayam tersebut adalah hasil dari barteran dengan kawan2.
sebanyak itu ayam, hanya berawal iseng dengan 3 ekor ayam kate. ada yang pengen miara tapi gak punya uang buat beli, lalu saya kasih 1 pasang. eh besoknya orang tersebut bawa ayam kampung kerumah. katanya buat barteran kate yang semalam. yah lumayanlah.. ada juga yang datang dengan memaksa untuk barter dengan jenis ayam kampung. ada pula yang memang bener2 minta... tapi begitulah hidup di kampung. yah enaknya ya dinikmati saja.

Ayam Hutan Merah dari Gunung Klabat
Jatuh Hati Dengan Ayam Hutan Merah

Browsing lewat HP, tentang berbagai macam ayam. akhirnya bertemu dengan sosok AYAM HUTAN MERAH. membaca berbagai macam literatur tentang si merah ini. dari berbagai sumber yang ada di dunia maya, makin mantap saja saya jatuh hati dengan si merah. ditambah lagi bacaan2 tentang berbagai macam hasil silangan ayam dengan bahan AHM.
Di banyak website luar negeri, banyak sekali pembahasan tentang ayam hutan merah yang sudah di breding sejak lama. dan banyak pula hasil hybreed dengan bahan dasar AHM ini. ada Java Bantam, bankiva bantam, java kriel dan lainnya. yang mebuat saya tambah mantap untuk harus memiliki AHM walau seekor saja dan dari daerah man saja.

anakan hibrid AHM x Kate
Belajar Menghibrid

Pada akhirnya, saya berkesempatan memelihara AHM dari Sulawesi. Oleh-oleh seorang sepupu yang dapat istri orang dari daerah gunung KLABAT. dia bawa 3 ekor AHM dari sana. 1 ekor diminta paman di gorontalo, 2 ekor lagi lolos sampai ke Handil. saya memelihara seekor dan seekor lagi dia pelihara sendiri.

Karena sering melihat webite orang luar negeri, maka, ide dikepalapun muncul untuk menghibrid si Merah ini. dan secara kebetulan, saya punya ayam kate yang sudah hasil silang menyilang juga. ayam kate ini hasil dari penyilanagan Jantan ayam ketawa dengan babon game fowl jenis Sweater. dan biasanya hasil dari silangan game fowl dengan jenis lain didaerah saya menyebutnya dengan nama "cacong". anakan yang babon, lalu saya kawinkan lagi dengan pejantan ayam kate jepang. dan secara turun temurun, ayam ini menjadi ayam KATE KESAYANGAN. karena bentuk ysangat berbeda dengan kate jepang. terutama pada ekor yang sudah tidak lagi naik keatas, tapi hanya datar saja dan bulu ekor lumayan panjang dan lebat menjuntai.

anakan hibrid AHM x Kate
pada akhirnya, 2 babon kate ini saya pilih untuk saya silangkan lagi dengan Si Merah. saat ini anakannya sudah umur 2bulan yg periode 1. dari 5 ekor yg menetas hanya tertinggal 2 ekor yang selamat. dan periode ke 2 dengan babon yang lain menetas 8 ekor dari 10 biji telur yang dierami.

masih dalam usaha untuk bikin ayam hias sendiri, si Merah kini saya jodohkan lagi dengan babon ayam kate jambul dan babon ayam kate dengan jengger sumpel. entah nanti apa jadinya. yang jelas selama memelihara ayam-ayam ini, paling tidak menjadi hiburan buat saya secara pribadi pun keluarga saya.

Jumat, 15 November 2013

Gallus Varius dan APAHI

koleksi Muhammad Chosim
AYAM HUTAN HIJAU

Gallus Varius atau sebutan lokalnya Ayam Hutan Hijau atau sering disingkat AHH. Ayam Hutan ini endemik Indonesia dan terkhusus di Pulau Jawa, Bali dan sedikit Nusa Tenggara, pernah ditemui juga di sedikit bagian Sumatra.

Ayam hutan yang satu ini, adalah hewan yang sangat indah. dengan warna bulu mengkilap dan akan bertambah cerah dan berkilau jika tertimpa cahaya. pial/gelambir tunggal dengan warna merah mulai dari wajah dan gradasi kuning cerah pada sisi bagian bawah, jengger berwarna gradasi biru pada pangkal dan dengan cahaya keunguan pada sisi atas menambah kewibawaan pada ayam jantan. dengan kokok yg hanya 2 -3 ketukan, menjadikan keunikan tersendiri bagi ayam ini.

Ayam Hutan Hijau, sangat penting bagi masyarakat Jawa. posisi ayam ini adalah Raja dari segala hewan peliharaan. AHH memiliki posisi penting bagi pecinta Ayam Bekisar. jika tak ada AHH maka tidak ada ayam Bekisar. Maka Ayam Hutan Hijau sangat penting untuk dijaga kelestariannya baik habitat dan AHH-nya sendiri.

BEKISAR (anonima, google search)


BEKISAR

ayam BEKISAR adalah ayam kelangenan yang sangat menarik. selain keindahan bulu, juga kokok yang sangat unik. tak seperti ayam kebanyakan. di Indonesia, ayam Bekisar menjadi sangat populer sejak lama dan sering sekali ada perlombaan. ayam bekisar dihasilkan dari perkawinan silang antara Jantan AHH dengan betina ayam kampung.
dalam memilih betina ayam kampung juga tidak sembarangan. Ada kriteria khusus agar kokok si ayam Bekisar bisa masuk dalam kategori penilaian baik atau yang terbaik.

Ayam Hutan Hijau koleksi Thoyib (ketua APAHI)
 ASOSIASI PELESTARIAN AYAM HUTAN INDONESIA

Tidak hanya melulu soal AHH dan turunannya, APAHI juga berkonsentrasi ke Ayam Hutan Merah yang tersebar di seluruh nusantara. dan juga direncanakan bukan hanya untuk jenis Gallus tapi juga jenis-jenis Pheasant asli Indonesia.

Jika ingin informasi lebih dalam dan tertarik dengan AHH dan BEKISAR, silahkan mengunjungi Facebook Group APAHI PUSAT (Asosiasi Pelestarian Ayam Hutan Indonesia) dan blog  APAHI PUSAT *cek di blog sahabat kiri atas blog ini.


LOGO APAHI By Gogor Yugo Utomo


SEMPIDAN

Ada 4 sub spesies sempidan yang tersebar di Kalimantan, Sumatra, Malaysia, Brunai dan Thailand. yang secara sekilas hampir susah membedakannya. Selama ini kita hanya mengenal SEMPIDAN BIRU, ada yang menyebut sempidan biru sumatra, sempidan biru kalimantan dan anehnya merujuk pada gambar atau foto yang sama. Dalam bahasa Inggris kita mengenalnya dengan Fireback Pheasant. Dan ternyata memiliki sub spesies menurut masing-masing daerah.

1. Bornean Crested Laser Fireback Pheasant

Sempidan yang satu ini adalah asli kalimantan, hampir tersebar rata di Pulau Kalimantan. Burung yang bernama latin Lophura Ignita Ignita

2. Bornean Greater Crested Fireback Pheasant

Sempidan yang satu ini banyak terdapat di Kalimantan Selatan. Sedikit di Kaltim dan Kalteng, hutan-hutan perbatasan Kalsel. Burung ini bernama latin Lophura Ignita Nobilis

3. Vieillot's Crested Fireback

Sempidan ini dapat ditemukan di Malaysia timur, hampir keseluruhan semenanjung malaya sampai ke thailand selatan dan sebagian besar Sumatra Indonesia. nama latinnya Lophura ignita rufa

4.  Delacour's Crested Fireback

Sempidan ini ditemukan di bagian tenggara Sumatra. burung ini bernama latin Lophura ignita Macartneyi

SEMPIDAN BIRU KALIMANTAN

Burung yang satu ini sangat mudah untuk dibedakan dengan Sempidan yang lainnya. ciri khas pada topeng yang sangat mencolok. walaupun sama-sama berwarna biru, namun bentuk topeng sangat berbeda, warna bulu bagian belakang tidak ada motif warna lain seperti jenis fireback. sempidan ini memiliki nama latin Lophura Bulweri. burung Sempidan ini hanya di temukan di hutan tropis Kalimantan.

sepasang Bornean Crested Laser Fireback

sempidan jantan


Kamis, 14 November 2013

pengen bikin ayam kate petarung ( Bantam Game)

Ayam ini hasil silangan (bangkok x ayam kampung X ayam kate)
jika sedang asyik browsing tentang ayam-ayam kate (bantam chicken) selalu menyenangkan melihat ayam-ayam kerdil yg banyak sekali jenisnya.

diantara sekian banyak jenis yang kesemuanya memiliki keunikan tersendiri. diantara sekian banyak jenis itu, saya sempat agak jatuh cinta dengan jenis Bantam Game (kate petarung) .

ada yang namanya Indian Bantam Game yang sangat unik yang mengganggu keusilan saya. ayam dengan kaki pendek, besar dengan badan hampir bulat, berleher pendek. secara utuh tampilan sangat kekar tapi dalam versi mini. pada akhirnya saya coba-coba untuk mengutak-atik. ayam saya sendiri di belakang rumah saya.

Indian Bantam Game. http://www.backyardpoultry.com by Andy Vardy & Team

Belajar Nulis lewat AYAM

Memiliki beberapa Blog, awalnya tak pernah terpikir. Apalagi menulis tentang dunia unggas yang secara pribadi saya tak banyak memahaminya.
Awalnya saya hanya memelihara beberapa ayam yg sdh lama dipelihara orang tua saya di belakang rumah. ayam kampung. Di daerah kami Handil, ayam kampung disebut ayam pipit, karena merujuk pada ukuran berat yang sangat kecil. berat pada ayam jantan, maksimal hanya mencapai 1,2kg. Beberapa waktu berlalu, ayam-ayam ini berkembang biak dengan baik. sesekali juga saya jual baik ayamnya atau telurnya.

Beberapa waktu kemudian ada kawan yang memelihara ayam Bangkok dan seorang sepupu saya beternak ayam Philipine (betet). awalnya mereka berdua minta tolong untuk mencarikan informasi tentang ayam2 tersebut di internet, termasuk juga foto-foto ayam-ayam tersebut. Lama kelamaan, saya jadi tertarik juga mendalami dan mengenal lebih jauh ayam-ayam ini. lalu, saya mulai berkenalan dengan dunia ayam yang luar biasa banyak jenisnya. kecendrungan saya akhirnya lebih kepada jenis ayam hias.

setelah banyak belajar dari kawan-kawan dari berbagai grup ayam di FACEBOOK, saya memutuskan untuk memelihara ayam sendiri, tapi hanya mencoba dengan bahan-bahan ayam lokalan saja, sebagai ayam hias. maka , ayam hias pertama yang saya punya adalah ayam KATE lokal dan ayam ketawa. Dari berbagai grup yg saya ikuti, saya mengenal metode2 penyilangan. dan mulailah saya bereksperimen. walau belum ada hasil, tetap semangat saja. toh buat saya ini adalah dunia yg asyik. malam berburu teori, siang bikin praktek di halaman belakang rumah.

Sei Raden, 2013

Minggu, 14 Juli 2013

ayam kate kesayanganku

saya senang sekali berujicoba dengan menyilangkan ayam, terutama ayam kate. saya punya sepasang ayam kate kesayangan. awalnya, saya diberi sepasang ayam kate jepang (chabo) yg belum sempat dewasa betinanya keburu mati. di belakang rumah saya, banyak sekali ternakan ayam kampung. yg sdh tak tahu lagi jenisnya karena tersilang secara alami. 

disebuah kandang, ada ayam petarung jenis sweater yg sedang mengeram, yg sebelumnya sudah di kawinkan dengan ayam ketawa. entah apa jadinya anakannya. kemudian wabah penyakit ayam menyerang. hanya beberapa saja yg tertinggal. termasuk si sweater yg sedang mengeram, buru2 telur-telur tsb saya selamatkan kedalam mesin tetas. alhasil, dari 11 telur hanya menetas 3, karena seringnya lampu padam. dari 3 ekor tadi ternyata betina semua. begitu dewasa dan siap kawin, salah satu yg terkecil dari ke 3 babon tadi saya pasangkan dengan si chabo. anakannya ada 5 ekor dan kemudian hanya selamat 3 ekor sampai besar.. dan meneruskan keturunannya.

saat ini ayam kate hasil silangan itu sdh beberapa kali menetas. dan menjadikannya sbg ayam kesayangan. yg membedakan ayam kate ini dgn ayam kate lain adalah ekor yg tidak lagi berdiri keatas, tapi hanya datar saja lebat dan menjuntai, dan ekor membuka. sama seperti ekor udang lobster.

Minggu, 30 Juni 2013

Ayam Hutan Merah SULAWESI

Ayam Hutan Merah ini adalah pemberian sodara sepupu saya namanya Rozy Rahman, iya mendapat istri orang minahasa. saat dia pulang kampung istrinya, tiba-tiba dia menelpon dan bercerita tentang ayam hutan. lalu ia mengirimi foto. saya sebenarnya iseng saja bilang klo dia pulang nanti tolong bawain si ayam hutan.

sebulan berlalu, tetiba dia menelpon lagi dengan latar suara ayam berkokok. tadinya saya biasa saja, kemudian dia bilang "mau ayam hutan gak? jelas langsung saya sahut "ya" dan dia bilang lagi "cepaat ambil dirumah, kalau gak duluan paman Hamdi! ucapnya. buru - buru saya menuju rumahnya, dan ada 2 ekor ayam hutan yang sedang nangkring dipohon mangga kuweni. 1 jinak, 1nya lagi liar minata ampun yang luar biasa.

maka saya memutuskan utk membawa pulang yg sudah jinak saja, walau jengger ilang separo dan ekor tekong/miring, karena kelamaan berada dalam kotak. kotak kardus yg dipakai buat ini ayam kekecilan dan perjalanan dengan kapal laut yg lama, membuat ayam ini berekor tekong/miring. hehe...

dan alasan berikutnya, kenapa saya memilih yg sudah jinak adalah saya belum pernah bersentuhan dengan ayam hutan. takutnya ayam mati dan proyek angan-angan bikin ayam hias berbahan dasar ayam hutan, jadi tertunda lagi.